Mendikbud Nadiem: Kami Perjuangkan Hak Guru Honorer Jadi Pegawai Pemerintah

Assalamualaikum Warr...Wabb... Bapak/Ibu yang berbahagia dimanapun berada, salam hangat selalu untuk kita semua, berikut admin bagikan informasi mengenai Mendikbud Nadiem: Kami Perjuangkan Hak Guru Honorer Jadi Pegawai Pemerintah. Simak informasi selengkapnya dibawah ini....

Mendikbud Nadiem: Kami Perjuangkan Hak Guru Honorer Jadi Pegawai Pemerintah
Add caption

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kini berupaya memperjuangkan hak para guru honorer. Mereka yang berstatus non Pegawai Negeri Sipil (PNS), kini dapat kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kuotanya cukup besar, sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Kami mohon doa bapak dan ibu guru agar semua langkah ini berjalan baik dan lancar,” katanya, ketika menyampaikan sambutan dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2020, di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

(Baca Juga: Bapak Ibu Guru Honorer Harus Tau, Begini Alur Pendaftaran dan Syarat Ikut Seleksi PPPK 2021 yang Benar Agar Lolos

Nadiem mengatakan, rekruitmen dilakukan secara demokratis, dengan mengembangkan pendidikan, meningkatkan profesionalisme, dan meningkatkan kesejahteraan guru.

Pada peringatan HGN tersebut, Kemendikbud juga memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan. Adapun dari 937 pendaftar yang meng-upload video pada 30 Oktober - 9 November 2020, terdapat 40 orang yang mendapat penghargaan untuk kategori Inovatif dan Inspriratif di Masa Pandemi untuk jenjang Pendidikan Usia Dini (PAUD).

(Baca Juga: SAH! Jokowi Resmi Teken Perpres Gaji dan Tunjangan P3K, Guru Bisa Terima Gaji dan Tunjangan Setara dengan PNS

Mereka terdiri dari 10 guru TK, 10 guru KB/TPA, 10 kepala TK, 10 pengelola KB/TPA.

Sedangkan pada jenjang pendidikan dasar, ada 40 orang yang mendapat penghargaan untuk kategori inovatif, diantaranya 10 guru jenjang SD-SMP, 10 kepala sekolah SD-SMP, 10 guru jenjang SD-SMP, dan 10 kepala sekolah SD-SMP.

(Baca Juga: Kabar Gembira! Semua Guru Honorer Bisa Jadi P3K di Tahun 2021, Termasuk yang Berusia Diatas 35 Tahun

Pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus (dikmen dan diksus), dari 781 guru dan kepala yang mengikuti seleksi berkas, naskah, dan presentasi terpilih 70 orang guru yang lolos. Mereka terdiri dari 35 guru SLB, SMA, SMK, dan Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPPI) serta 35 Kepala Sekolah Sekolah Luar Biasa (SLB), SMA, dan SMK.

Menurut Nadiem, penghargaan ini diberikan sebagai upaya untuk menempatkan profesi guru pada tempatnya yang mulia dan terhormat. Mereka telah mempersembahkan pengorbanan yang besar dalam hal waktu, tenaga, bahkan bagian dari hidupnya sendiri demi murid-muridnya.

(Baca Juga: Kabar Gembira: PPPK akan Mendapat Gaji Sama dengan ASN, Tunjangan Kinerja Hingga Rp 4 Juta

“Terima kasih, telah menjadi pelukis masa depan dan peradaban Indonesia,” ujarnya.

Nadiem menambahkan, pandemi telah memberi momentum untuk memetik pelajaran berharga dalam mengakselerasi penataan ulang sistem pendidikan untuk melakukan lompatan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul untuk Indonesia maju.

(Baca Juga: Resmi Dibuka Lowongan Rekrutmen Guru Honorer PPPK 2021, Ini Cara dan Syarat Daftarnya

Berdasarkan data The United Nations Educationals, Scientific and Cultural (UNESCO) mencatat, lebih dari 90 persen atau, di atas 1,3 miliar populasi siswa secara global harus belajar dari rumah untuk menjaga diri dan memutus rantai penularan Covid-19. Hal ini tak terkecuali, juga terjadi Indonesia.

Berbagai kebijakan dan program telah dibuat Kemendikbud di masa pandemi ini, yaitu;

  • 1). Bantuan kuota internet ;
  • 2). Fleksibilitas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS);
  • 3). Pengalokasian BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk bantuan Covid-19 di sekolah negeri dan swasta yang paling terdampak pandemi Covid-19;
  • 4). Bantuan subsidi upah untuk guru dan tenaga kependidikan non PNS;
  • 5). Kurikulum darurat;
  • 6). Program Guru Belajar;
  • 7). Laman Guru Berbagi;
  • 8). Program Belajar dari Rumah TVRI;
  • 9). Seri Webinar di masa pandemi, dan sebagainya.

“Semua kebijakan dan program ini, tidak lain dirancang untuk membantu sebanyak mungkin guru dan tenaga kependidikan, agar mampu melanjutkan pembelajaran untuk anak-anak Indonesia,” ujar Nadiem.

(Baca Juga: Nadiem Makarim: Sejak Awal Kebijakan Saya untuk Seluruh Guru Termasuk Para Guru Honorer

Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2020. Teruslah bangkitkan semangat dan bersatu untuk anak-anak Indonesia.

Sumnber:suara.com

Demikian sekilas kabar terkini, terpopuler, terpercaya yang admin kutip dari berbagai sumber terpercaya, semoga kabar atau info yang admin bagikan ini dapat memberikan manfaat dan memnambah wawasan serta pengetahuan baru bagi pembaca yang budiman. Wassalamualaikum...

2 Responses to "Mendikbud Nadiem: Kami Perjuangkan Hak Guru Honorer Jadi Pegawai Pemerintah"

  1. Tolong perhatikan kami guru paud jga bapak....apalagi kami yang dipelosok ini. Khusus di ende Ntt.karena kmi mengajar sukerela sja tdk ada insentifa papun. Trima ksih.

    BalasHapus