Bupati Bandung Surati Presiden Jokowi Minta Guru Honorer Jadi PNS Tanpa Dites

Assalamualaikum Warr...Wabb... Bapak/Ibu yang berbahagia dimanapun berada, salam hangat selalu untuk kita semua, berikut kami bagikan informasi mengenai Bupati Dadang M Naser Surati Presiden Jokowi Minta Guru Honorer Jadi PNS Tanpa Dites. Simak informasi selengkapnya dibawah ini....

Bupati Bandung Surati Presiden Jokowi Minta Guru Honorer Jadi PNS Tanpa Dites

Bupati Bandung, Dadang M Naser, mendorong guru dan tenaga kependidikan honorer, cepat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.

Bahkan Dadang Naser surati Jokowi agar ada perhatian dari pemerintah kepada guru.

Dalam surat yang dilayangkan kepada kepada Presiden Republik Indonesia, berisi dukungan aspirasi guru dab tenaga kependidikan honorer non kategori 35+ cepat diangkat menjadi ASN.

(Baca Juga: Kabar Gembira, Seleksi CPNS 2021 Akan Segera Diumumkan, Formasi Lebih Banyak

Selain itu juga surat tersebut berisi permohonan Pemkab Bandung kepada pemerintah pusat, agar mengalokasikan APBN untuk membayar gaji guru dan tenaga pendidikan honorer sesuai UMK.

Dadang mengaku, Pemkab Bandung ingin para guru dan tenaga kependidikan menjadi pegawai negeri, itu merupakan bentuk perlindungan dari Pemkab Bandung terhadap guru dan tenaga pendidik honorer.

"Di periode pertama Pak Joko Widodo sudah bagus sebetulnya untuk program honorer karena honorer, tidak perlu dites atau diadu dengan pendatang baru yang fresh graduate," ujar Dadang, di Komplek Pemda Kabupaten Bandung, Jumat (23/10/2020).

(Baca Juga: Sudah Disetujui Jokowi, Gaji PNS TNI dan Polri Bakal Dipotong 2,5 Persen Mulai Januari 2021

Menurut Dadang, kalau saat ini ada testing, dan yang terakomodir menjadi ASN, kebanyakan guru honorer yang baru.

"Diharapkan pengangkatan guru atau tenaga kependidikan menjadi ASN di Pemkab Bandung bisa dilakukan tanpa testing, dengan dilihat dari masa pengabdian, keprofesinalismean, hingga daftar Urut kepangkatan," katanya.

Dadang mengatakan, pihaknya mendorong agar diangkat secara otomatis tanpa testing.

(Baca Juga: Update Soal Penyaluran Subsidi Gaji untuk Guru Honorer, Ini Kata Kementerian Keuangan

"Jadi serahkan ke Pemkab Bandung, Kemenpan RB kami juga diminta turun tangan, agar tidak ada permainan dalam pengangkatannya," tuturnya.

Dadang mengaku, pihaknya ingin mendorong percepatan peningkatan status, bagi yang sudah mengabdi lama harus diprioritaskan dan tanpa testing.

"Bayangkan sekarang, banyak gurunya kalah statusnya sama muridnya. Guru masih honorer, tapi murid sudah jadi ASN," kata Dadang.

Dadang memaparkan, kasihan bagi yang telah lama mengabdi kalau dites, kalau di masalah metodologi dan teknik mengajar mereka yang sudah mengabdi lama pasti matang.

"Tapi kalau dites bisa saja kalah kemampuan sama yang baru, masalahnya, mereka (guru honorer yang sudah lama) kadang sudah lupa materi di tes. Contoh, guru yang mengajar lama PMP, maka kalau dites bahasa Inggris, pasti kalah, beda sama yang baru lulus," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Bupati Bandung Dadang Naser Surati Presiden Jokowi Minta Guru Honorer Jadi PNS Tanpa Dites, https://jabar.tribunnews.com/2020/10/23/bupati-bandung-dadang-naser-surati-presiden-jokowi-minta-guru-honorer-jadi-pns-tanpa-dites.

Demikian yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat..

2 Responses to "Bupati Bandung Surati Presiden Jokowi Minta Guru Honorer Jadi PNS Tanpa Dites"

  1. Kmi sangat setuju sekali bapak bupati yg telah membela guru honorer utamaxa K2 yg sudah tua amin.

    BalasHapus
  2. Terima kasih bapak bupati atas dukungannya saya guru honorer di Nias

    BalasHapus