Tunjangan Profesi Guru SPK Dihentikan, Pengamat: Itu Melanggar UU Guru dan Dosen

Assalamualaikum Warr...Wabb... Bapak/Ibu yang berbahagia dimanapun berada, salam hangat selalu untuk kita semua, berikut kami bagikan informasi mengenai Tunjangan Profesi Guru SPK Dihentikan, Pengamat: Itu Melanggar UU Guru dan Dosen. Simak informasi selengkapnya dibawah ini....

Tunjangan Profesi Guru SPK Dihentikan, Pengamat: Itu Melanggar UU Guru dan Dosen
ilustrasi tunjangan profesi guru
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menghentikan tunjangan profesi guru (TPG) yang bertugas di satuan pendidikan kerja sama (SPK). Hal tersebut merujuk pada Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Nomor 5745/B.B1.3/HK/2019.

Di dalam Poin C Nomor 2 regulasi tersebut ditegaskan, selain menghentikan TPG guru SPK, pembayaran TPG untuk guru agama juga menjadi kewenangan Kementerian Agama.

Guru yang mendapatkan TPG hanya mereka yang bertugas pada satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah. Dibuktikan dengan surat keputusan (SK) pengangkatan oleh pejabat pembina kepegawaian.

Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji menilai, Perdirjen GTK tersebut diskriminatif dan berpotensi melanggar UU Guru dan Dosen. Pasalnya, ucap dia, guru SPK yang sudah tersertifikasi merupakan warga negara Indonesia dan masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dikelola Kemendikbud.

“Tetapi saat haknya untuk mendapat tunjangan malah dibedakan. Perdirjen GTK juga kontradiktif. Contohnya, SPK diharapkan mempekerjakan guru atau kepala sekolah yang sudah memiliki sertifikat pendidik agar dapat nilai sempurna," tutur Indra.

"Tetapi yang sudah punya sertifikat pendidik malah diabaikan oleh GTK. Tidak sejalan antara tagihan dan aturan,” lanjut Indra dihubungi di Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.

Baca Juga: Latihan Perdana Usai Mudik ke Belanda, Nick Kuipers Beri Penilaian untuk Pemain Baru Persib Bandung

Ia menegaskan, dampak dari regulasi tersebut, SPK akan kesulitan mempertahankan atau merekrut guru yang sudah punya sertifikasi. Pasalnya, guru yang tersertifikasi tidak akan mau kehilangan benefit secara finansial. “Kecuali SPK mau mengganti benefitnya,” kata Indra.

Menurut dia, dampak lainnya adalah, kemungkinan besar akan terjadi migrasi guru SPK ke sekolah swasta. Jika hal tersebut terjadi, maka SPK akan kekurangan guru dan merugikan pelajar.

“Dikhawatirkan akan menjadi exit ticket untuk guru mencari sekolah swasta lain di mana benefit sertifikasi bisa diperoleh penuh di luar gaji,” katanya.***

Artikel ini telah tayang di pikiran-rakyat.com dengan judul Tunjangan Profesi Guru SPK Dihentikan, Pengamat: Itu Melanggar UU Guru dan Dosen, https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01333938/tunjangan-profesi-guru-spk-dihentikan-pengamat-itu-melanggar-uu-guru-dan-dosen

Demikian yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat..

0 Response to "Tunjangan Profesi Guru SPK Dihentikan, Pengamat: Itu Melanggar UU Guru dan Dosen"

Posting Komentar