Sang Murid Rela Donorkan Hati untuk Mantan Guru karena Utang Budi

Assalamualaikum Warr...Wabb... Bapak/Ibu yang berbahagia dimanapun berada, salam hangat selalu untuk kita semua, berikut kami bagikan informasi mengenai Sang Murid Rela Donorkan Hati untuk Mantan Guru karena Utang Budi. Simak informasi selengkapnya dibawah ini....

Sang Murid Rela Donorkan Hati untuk Mantan Guru karena Utang Budi
ilustrasi
Jakarta - Perbuatan baik yang dilakukan dengan tulus, tentunya akan dibalas dengan kebaikan pula. Balasan kebaikan tersebut didapat Cheong Siew Hua dari salah satu mantan muridnya.

Cheong adalah seorang guru yang mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Datuk Peter Mojuntin, Sabah, Malaysia. Kondisi kesehatan Cheong tidak baik. Ia didiagnosis menderita penyakit akibat infeksi Hepatitis B, sehingga sangat membutuhkan donor hati.

Sebelumnya, Cheong hampir mendapat pendonor dari saudara perempuannya sendiri. Akan tetapi, dengan alasan kesehatan yang tidak mendukung, dokter pun menolak donor tersebut.

Namun di luar dugaan, salah seorang mantan muridnya bernama, Marie Christie Robert datang untuk menolong. Dia muncul bak malaikat yang dikirim untuk menyelamatkan hidup Cheong. Marie mengaku rela menyumbangkan 61 persen hatinya untuk Cheong yang saat itu berusia 57 tahun.

"Dia (Marie) adalah malaikat bagi keluarga kami. Dia membuat keajaiban terjadi," kata Khung Merg, anak laki-laki Cheong, dikutip dari The Star.

Khung mengakui bahwa dirinya masih tidak mempercayai kebaikan hati Marie tersebut. Karena meskipun mereka pernah bersekolah di tempat yang sama, Khung tidak mengenal wanita itu secara pribadi.

Marie menjelaskan alasannya menjadi donor hati untuk mantan gurunya karena dia berutang budi kepada mantan gurunya itu. Dulu, Cheong membantunya menjadi siswa yang lebih baik saat di sekolah.

"Ketika saya berusia 13 tahun, saya selalu gagal matematika tetapi pak guru Cheong selalu menasehati saya. Dia memberi kelas tambahan sehingga saya setidaknya bisa lulus dengan nilai C. Itu sebabnya saya akan selalu ingat," tuturnya.

Marie yang memiliki putra berusia balita ini yakin dengan keputusannya untuk menjadi pendonor. Meskipun suaminya, Chin Chee Ken telah memintanya untuk mempertimbangkan kembali.

Marie kemudian dirawat di Rumah Sakit Hualien Tzu Chi di Taiwan untuk persiapan pra-operasi transplantasi hati. Setelah 39 hari, Marie kembali bekerja sebagai konsultan penjualan di divisi properti Hap Seng Group di Kota Kinabalu, Sabah.

Perusahaan tempat Marie bekerja pun membantu melunasi biaya perawatan. Khung mengatakan, total biaya transplantasi hati lebih dari Rp2 miliar, akan tetapi keluarga mereka hanya mampu membayar sekitar Rp400 juta.

"Kami berterima kasih karena telah menyumbangkan sejumlah uang yang sangat besar ini untuk mengurangi beban keuangan kami," kata Khung.

Artikel ini telah tayang di haibunda.com dengan judul Murid Rela Donorkan Hati untuk Mantan Guru karena Utang Budi, https://www.haibunda.com/trending/20200703092311-93-149608/murid-rela-donorkan-hati-untuk-mantan-guru-karena-utang-budi

Demikian yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat..

0 Response to "Sang Murid Rela Donorkan Hati untuk Mantan Guru karena Utang Budi"

Posting Komentar

loading...