Resmi Kemendikbud Beber SD Paling Cepat Masuk Sekolah September, Kapan SMP dan SMA

Keputusan Nadiem Makarim, resmi Kemendikbud beber SD paling cepat masuk September, kapan SMP dan SMA.

Resmi Kemendikbud Beber SD Paling Cepat Masuk Sekolah September, Kapan SMP dan SMA

Kemendikbud akhirnya mengizinkan sekolah di Zona Hijau menggelar Kegiatan Belajar Mengajar tatap muka.

Keputusan itu disampaikan langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud Nadiem Makarim.

Dari tahapan yang dibeber, sekolah SD paling cepat menggelar Kegiatan Belajar Mengajar tatap muka, September.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memutuskan tahun ajaran baru sekolah bakal dimulai pada Juli 2020 mendatang.

Hal itu telah diputuskan secara resmi oleh Kemendikbud bersama dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan tahun ajaran baru tetap dimulai pada Juli nanti.

Meski demikian, kegiatan tatap muka hanya boleh dilakukan di wilayah yang berstatus zona hijau Covid-19.

Sedangkan untuk wilayah dengan zona kuning, oranye dan merah tetap dilarang.

"Tahun ajaran baru tidak berubah, tetap dimulai pada Juli 2020."

"Untuk daerah dengan zona kuning, oranye, dan merah, itu dilarang untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka," ujarnya, dikutip dari siaran langsung YouTube Kemendikbud RI, Senin (15/6/2020).

Daerah dengan status di luar zona hijau, proses pembelajarannya dilakukan tidak melalui tatap muka atau belajar dari rumah.

Dalam presentasi keputusan Mendikbud yang diterima Tribunnews.com, jumlah wilayah dengan zona hijau ini sangat sedikit yakni hanya sebesar 6 persen atau sebanyak 85 kabupaten/kota.

Sisanya, 94 persen berstatus di zona kuning, oranye dan merah atau sebanyak 429 kabupaten/kota.

Syarat Menerapkan Pembelajaran Tatap Muka

Wilayah zona hijau tidak serta merta bisa melakukan kegiatan belajar tatap muka.

Untuk bisa menerapkan kegaiatan belajar tatap muka, wilayah itu harus memenuhi sejumlah persyaratan yakni:

Pemerintah Daerah atau Kanwil Kementerian Agama memberi izin
Satuan pendidikan tersebut siap menerapkan belajar tatap muka
Orang tua memberi izin untuk belajar tatap muka

Tahapan Belajar Tatap Muka

Setelah mememenuhi syarat tersebut, proses belajar tatap muka pun dimulai secara bertahap.

Tahapannya dimulai dari SMA/SMK dan terakhir untuk PAUD.

Tahapan 1 dimulai dari SMA, MA, SMK, MAK dan SMP/MTS, Paket C dan Paket B.

Pada tahap ini, prosesnya dilakukan paling cepat pada Juli 2020.

Setelah dua bulan baru kemudian dilakukan pembukaan tahap II meliputi SD, MI, Paket A dan SLB.

Tahap ini paling cepat dilakukan pada September 2020.

Dua bulan kemudian baru dilakukan pembukaan tahap III yakni PAUD meliputi (RK, RA, TKLB dan non formal)

Pembukaan sekolah tatap muka untuk PAUD ini dilakukan paling cepat pada November 2020.

Semua tahapan dibuka dengan catatan tidak ada penambahan kasus.

Apabilan ada penambahan kasus, satuan pendidikan akan ditutup

Terapkan Protokol Kesehatan

Pelaksanaan pendidikan tatap muka juga juga harus melalui protokol kesehatan yakni:

1. Ketersediaan sanana sanitasi dan kebersihan:

- toilet bersih
- sarana cuci tangan
- disinfektan

2. Akses ke fasilitas kesehatan

3. Kesiapaan terapkan area wajib masker

4. Memiliki pengukur suhu tembak

5. Memetakan peserta didik/guru yang tidak boleh berkegiatan

6. Kesepakatan dengan komite.


Kurikulum Transisi?

Pemerhati Pendidikan dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr. Martadi M.Sn menawarkan alternatif yang bisa dipilih sekolah dengan menyesuaikan kurikulum dimasa transisi new normal.

"Kurikulum ini bisa disusun dengan memodifikasi Kurikulum 2013, baik penyederhanaan isi, strategi pembelajaran, dan penilaian agar lebih aplikatif serta kontekstual dengan kehidupan sekolah bahkan lingkungan keluarga," kata Martadi, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya, Isi kurikulum transisi dapat disusun lebih realistis dengan mempertimbangkan beberapa hal penting seperti, keterbatasan waktu pembelajaran, daya dukung, dan pertemuan tatap muka antara guru-siswa.

"Yang lebih penting lagi, kurikulum transisi harus disusun dengan melibatkan orang tua partisipatif dan menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam pembelajaran atau home learning.

Sehingga kurikulum transisi harus berbasis rumah atau home base curriculum," ujar pria yang pernah meraih penghargaan sebagai Pengerak Literasi Surabaya dari Walikota Surabaya (2018).

kurikulum transisi, tidak boleh terlalu menekankan pada ketuntasan pencapaian target akademik akantetapi justru di fokuskan kepada pembentukan karakter, soft skills, dan nilai-nilai kepedulian kolektif untuk pencegahan penyebaran virus covid-19.

Melihat perbedaan kondisi sekolah di masing-masing daerah, Martadi merasa penting bagi sekolah diberikan ruang otonomi dalam menyusun kurikulum transisi.

"Pemerintah cukup membuat rambu-rambu secara umum, yang bisa dijadikan pedoman sekolah dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikannya (KTSP)," jelas pria yang pernah menjadi dosen berprestasi Universitas Negeri Surabaya (2008).

Di samping itu, Ia menilai Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi program atau ektrakurikuler yang wajib diberikan kepada semua siswa.

"Inilah momentum yang tepat, menjadikan UKS garda terdepan dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, menciptakan lingkungan sehat.

Khususnya dalam pencegahan Covid-19 di lingkungan sekolah," ungkap pria yang pernah meraih penghargaan Bintang Satya Lencana Pengabdian 20 tahun dari Presiden RI (2017).

Selain itu, Sekolah juga harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari wajib mengenakan masker, mencuci tangan, tetap menjaga jarak dengan merujuk Protokol Penanganan Virus Corona di Area Pendidikan oleh World Health Organization ( WHO).

Yang terakhir, Martadi menyebut kurikulum transisi harus di lengkapi dengan kurikulum untuk orangtua atau buku panduan orang tua.

"Guru tidak mungkin bisa sendirian mencapai target kurikulum, karena terbatasnya waktu belajar di sekolah, orang tua harus dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran di rumah.

Untuk itu perlu buku panduan orang tua," kata wisudawan terbaik IKIP Surabaya tersebut.

"Panduan, dibuat sesederhana mungkin, dikemas berupa infografis, video tutorial yang praktis dan bisa disebarkan melalui sosial media," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Keputusan Nadiem Makarim, Resmi Kemendikbud Beber SD Paling Cepat Masuk September, Kapan SMP dan SMA, https://kaltim.tribunnews.com/2020/06/15/keputusan-nadiem-makarim-resmi-kemendikbud-beber-sd-paling-cepat-masuk-september-kapan-smp-dan-sma?page=4.

Editor: Rafan Arif Dwinanto

Demikian yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat..

0 Response to "Resmi Kemendikbud Beber SD Paling Cepat Masuk Sekolah September, Kapan SMP dan SMA"

Posting Komentar