Bapak Ibu Doakan Semoga Lancar, DPRD Terus Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Assalamualaikum Warr...Wabb... Bapak/Ibu yang berbahagia dimanapun berada, salam hangat selalu untuk kita semua, berikut kami bagikan informasi mengenai Semoga Lancar, DPRD Terus Perjuangkan Nasib Guru Honorer. Simak informasi selengkapnya dibawah ini....
Bapak Ibu Doakan Semoga Lancar, DPRD Terus Perjuangkan Nasib Guru Honorer
Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid. 
Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid menegaskan hingga saat ini pihaknya terus memperjuangkan hak guru honorer berstatus Tenaga Harian Sekolah atau THS.

Hal tersebut terkait tunjangan hari raya atau THR lebaran lalu, hanya mengucur untuk tenaga harian lepas atau THL, tidak untuk THS.

"Kami akan mendorong Pemkab Kukar untuk memberikan kejelasan terkait kebijakan Guru Honorer yang statusnya sebagai Tenaga Harian Sekolah (THS), yang tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR)," kata Rasid.

“THL yang menerima THR, namun tidak secara keseluruhan, THS nya itu belum, ini yang mungkin harus kita komunikasikan."

Rasid menilai, baik THL dan THS semestinya tak dibedakan untuk hak mendapatkan THR.  Sebab, dari segi tugas, Rasid menilai keduanya memiliki tupoksi yang sama.  Untuk itu, ia meminta Pemkab Kukar harus mengambil keputusan yang tepat terkait nasib THS.

“Inikan bedanya di SK saja, ada yang di SK oleh Kepala Dinas, ada yang SK Sekolah. Harapan kita mungkin ini cepat ada kejelasan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, DPRD Kukar menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan dan Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD), di Kantor DPRD Kukar, Senin (18/5/2020).

RDP tersebut menindaklanjuti terkait pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada guru honorer dan tenaga harian lepas (THL).

"Bersama Disdik dan BPKAD, kita telah menyepakati dan akan menyampaikan usulan ini ke bupati," kata Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, usai rapat, Senin (18/5/2020).

Rasid menjelaskan, untuk memenuhi pemberian THR, diperlukan alokasi anggaran sebesar Rp 11 miliar. "Pada prinsipnya kita DPRD Kukar menyetujui anggaran THR itu, tinggal administrasinya saja yang harus dilengkapi OPD terkait," jelas Rasid.

Untuk merampungkan persoalan tersebut, Rasid menjelaskan, DPRD Kukar memberikan waktu selama tiga hari ke depan agar Disdik dan BPKAD Kukar dapar merampungkannya. "Mudahan segera ada keputusan dan menjadi kabar gembira bagi THL dan THS yg ada di Kukar," kata Rasid.

Sebab, untuk mengalokasikan THR itu, Rasid menegaskan tidak ada persoalan terkair regulasi. "Bisa kita lihat Pemprov Kaltim, bahkan alokasi anggarannya lebih besar, regulasi tidak ada masalah," lanjutnya.

Untuk itu, guna merealisasikan pemberian THR kepada guru honorer dan THL, Rasid menilai hanya diperlukan komitmen sejumlah pihak terkait.

Rasid membeberkan, guru honerer dan THL telah berjuang sejak 2018 lalu agar bisa mendapatkan THR. "Apa yg diupayakan kawan-kawan sejak 2018, semoga bisa kita realisasikan 2020 ini," lanjutnya. (m08)

Artikel ini telah tayang di kaltim.tribunnews.com dengan judul DPRD Kutai Kartanegara Terus Perjuangkan Nasib Guru Honorer, https://kaltim.tribunnews.com/2020/06/18/dprd-kutai-kartanegara-terus-perjuangkan-nasib-guru-honorer?page=2

Demikian yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat..

0 Response to "Bapak Ibu Doakan Semoga Lancar, DPRD Terus Perjuangkan Nasib Guru Honorer"

Posting Komentar