Semoga, Para Guru Honorer Tersenyum Setelah Baca Informasi Ini

JAKARTA - Pencairan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) tahap pertama dilakukan April ini, yang sebagian bisa dipakai untuk gaji guru honorer.

Semoga, Para Guru Honorer Tersenyum Setelah Baca Informasi Ini

Namun, guru honorer diperkirakan baru bisa menikmati honor dari dana BOS pada awal Mei.

"Jadi honor guru honorer yang bersumber dari dana BOS tanpa pembatasan maksimal 50 persen berlaku bulan ini. Hanya pembayarannya dilakukan awal Mei," kata Pelaksana tugas Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen) Hamid Muhammad di Jakarta, Jumat (24/4).

Dia menyebutkan, pencairan dana BOS dilaksanakan tiga kali dalam setahun yaitu April, Agustus, dan Desember.

"Guru honorer enggak usah khawatir, insyaallah awal Mei sudah bisa menikmati honor dari dana BOS," ucapnya.

Dia menjelaskan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19 Tahun 2020 memberikan kewenangan kepada para kepala sekolah untuk dapat menggunakan dana BOS Reguler untuk membayar honor guru bukan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Persentase juga tidak lagi dibatasi maksimal 50 persen, tetapi bisa lebih.

"Syarat untuk guru honorer juga dibuat lebih fleksibel, tidak lagi dibatasi untuk guru yang memiliki NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan). Tetapi, guru honorer tetap harus terdaftar di Dapodik (data pokok pendidikan) sebelum 31 Desember 2019, belum mendapat tunjangan profesi, dan memenuhi beban mengajar," tuturnya.

Selain itu, para kepala satuan pendidikan PAUD dan Pendidikan Kesetaraan juga diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP).

Permendikbud Nomor 20 Tahun 2020 juga mengubah ketentuan besaran persentase dana BOP per kategori pemakaian di Permendikbud sebelumnya tidak berlaku.

"Penggunaan BOP PAUD dan Kesetaraan juga sekarang diperbolehkan untuk honor dan transportasi pendidik," terang Hamid.

sumber www.jpnn.com

10 Responses to "Semoga, Para Guru Honorer Tersenyum Setelah Baca Informasi Ini"

  1. Selagi kebijakan kepala sekolah tetap honor tdk sejatra walaupun di bayar dana bos hingga 100% karena tetap ada potongan dgn berbagai alasan

    BalasHapus
  2. Sebaiknya kalo ada kebijakan seperti ini.langsung masuk rekening Honorer.jadi benar benar dapat
    Tidak diotak atik.KS

    BalasHapus
  3. Sebaiknya gaji guru honor d bayar melalui rekening pribadi saja,tidak perlu melalui tangan kepsek.karena sdh sering terjadi dan tetlalu banyak potong potongan.

    BalasHapus
  4. Saya pun begitu 5 bulan gk di gaji Dr bulan Desember. Skrg dana bos turun,harapannya di bayar sesuai dgn kerja, eh malah 50% aja gk ada. Menangis pak menteri

    BalasHapus
  5. iya... p mentri,harusnya honor guru honorer itu langsung ke rekning masing2, agar benar2 utuh uangnya. klo dikembalikan ke kepala sekolah, honorer ttap gigit jari & tidak pernah sejahtera

    BalasHapus
  6. Ada baiknya honor guru honorer langsung kerekening masing masing

    BalasHapus
  7. ke rekening masing-masing

    BalasHapus
  8. Harusnya gajih untuk honorer langsung di tentukan oleh pusat. Biar terasa dampaknya. Kalau gjih masih berdasarkan kebijakan kepsek y tergantung kepseknya. Tidak berburuk sangka tapi kenyataannya seperti itu..honor jauh dari kata sejahtera dengan gjih 350 perbulan yang sering telat .

    BalasHapus
  9. Harusnya gajih untuk honorer langsung di tentukan oleh pusat. Biar terasa dampaknya. Kalau gjih masih berdasarkan kebijakan kepsek y tergantung kepseknya. Tidak berburuk sangka tapi kenyataannya seperti itu..honor jauh dari kata sejahtera dengan gjih 350 perbulan yang sering telat .

    BalasHapus
  10. Harusnya gajih untuk honorer langsung di tentukan oleh pusat. Biar terasa dampaknya. Kalau gjih masih berdasarkan kebijakan kepsek y tergantung kepseknya. Tidak berburuk sangka tapi kenyataannya seperti itu..honor jauh dari kata sejahtera dengan gjih 350 perbulan yang sering telat .

    BalasHapus